Kategori GOA
Goa Payaman
.jpg?timestamp=1456130944213)
Lokasi : Desa Argorejo
Goa Payaman sebagai tempat wisata yang nyaman itulah tujuan warga sekitar Goa Payaman untuk mengelola tempat wisata, jelajah alam, hiking, dan sarana bumi perkemahan. Goa Payaman dikelola oleh sekelompok anak muda yang peduli lingkungan dan pengembangan dusun dengan label Payaman Managemen. Kelompok pemuda itu kemudian mengembangkan potensi dengan membuka Bumi Perkemahan seluas tiga hektar, dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum dan sarana pendukung lainnya, termasuk air bersih yang disalurkan dari sendang dan belik di sekitarnya, dan setelah di buka sekitar setaun lebih yang lalu Goa Payaman sudah sering digunakan untuk camping. Goa Payaman dan Bumi Perkemahan terletak tidak berjauhan, dan keduanya dijadikan satu sebagai lokasi wisata edukasi, wisata sejarah, dan religi. Kedalaman lorong Goa Payaman sekitar 7 meter. Selain Goa Payaman, di sekitar juga ada beberapa situs lainnya yaitu Goa Lanang, Watu Payung, Sendang Aneh, Sendang Payaman Wadon, Sendang Payaman Lanang. Konon air dari Sendang Aneh tidak akan mendidih jika dimasak tidak dengan kayu bakar dari pohon sekitar sendang. Masih ada lagi yaitu watu uyuh, begitulah warga menyebunya, watu artinya batu, uyuh artinya air kencing, berupa dinding batu putih yang berasa asin.
Goa Surocolo / Goa Sunan Mas
Lokasi : Desa Seloharjo
Goa Surocolo disebut juga dengan Goa Sunan Mas. Disebut Goa Sunan Mas karena dulu goa ini menjadi tempat persembunyian Sunan Amangkurat III atau Sunan Amangkurat Mas sewaktu berkonfrontasi dengan Belanda. Selain Goa Surocolo disekitarya juga terdapat 3 buah goa lain yakni Goa Kendhil, Goa Kenek dan Goa Tawas. Disekitar goa juga ditemukan beberapa Arca Mahakal, Jaladwara, batu candi dan prasasti. Dilihat dari keberadaan arca tersebut diduga kuat merupakan peninggalan masa Hindu yang berlarut hingga masa Islam. Di dalam goa itu sendiri dahulu terdapat sebuah prasasti yang berisi kronogram yang berbunyi "Krtining Pannembah Winayang hing ratu - 1624" yang sekarang telah dibawa ke Museum Jakarta. Sedangkan di depan goa terdapat prasasti yang terbuat dari batu andhesit. Walau kondisinya sudah terbelah namun masih jelas terlihat gambar wayang Bhatra Gana dengan belalai mengangkat kedua belah tangannya memegang wadah. Pada tahun 1976 juga ditemukan arca perunggu.
Goa Selarong
.jpg?timestamp=1456131048141)
Lokasi : Desa Guwasari
Goa Selarong tidak hanya menjadi objek wisata alam yang diminati turis. Goa ini juga bisa menjadi destinasi wisata sejarah. Begitu masuk gapura, Anda akan disambut oleh patung Pangeran Diponegoro berjubah hitam yang sedang menunggang kuda. Patung ini melambangkan perjuangan sang Pangeran saat melawan Belanda. Beberapa meter dari tempat parkir, wisatawan bisa melihat lagi patung Pangeran Diponegoro yang mengenakan jubah putih. Wisata alam sekaligus sejarah disajikan seacra lengkap di Goa Selarong. Goa Selarong terletak di pinggir bukit, wisatawan harus naik tagga untuk mencapai goa yang tempatnya berada di atas bukit. Di kanan kiri ada gazebo serta area outbond untuk anak-anak. Jika musim hujan bisa juga melihat air terjun yang menghiasi lokasi wisata. Goa Selarong berbentuk bukit batu dengan dua buah lubang goa. Ada ruangan seluas 3 meter persegi, dan menurut penjaga goa, itu merupakan goa buatan dan bukan goa alami. Dua lubang goa dibuat untuk tempat bersembunyi Pangeran Diponegoro saat melawan Belanda. Goa Selarong terdiri dari Goa Kakung dan Goa Putri. Di lokasi Goa Selarong juga terdapat dua sendang yang diberi nama Manik Moyo dan Umbul Moyo. Persis di atas goa juga terdapat dua makam yang diyakini sebagai pengikut Pangeran Diponegoro saat berjuang.
Goa Nogo Bumi
.jpg?timestamp=1456131089288)
Lokasi : Desa Seloharjo
Goa Jepang peninggalan tentara Jepang pada waktu perang dunia ke II tahun 1942-1945 yang berfungsi sebagai basis pertahanan dan pengintaian. Di dalamnya terdapat 1 dapur, 1 bunker dan 14 goa pengintaian. Selain itu terdapat Goa Naga Bumi yang memiliki jalan tembus ke Pantai Parangtritis. Letaknya di atas perbukitan selatan tepatnya di desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Lokasi Goa atau bunker ini ada di wilayah Suracala, tempat yang memberikan pemandangan yang indah yakni pemandangan pantai selatan dari Pantai Parang Endog sampai Pantai Pandansimo.
Kategori Pantai
Pantai Samas
.jpg?timestamp=1456131367313)
Lokasi : Desa Srigading
Daerah Kabupaten Bantul termasuk salah satu daerah yang memiliki banyak objek wisata pantai yang indah dan sayang dilewatkan ketika anda berkunjung disana. Salah satu pantai yang harus masuk dalam agenda kunjungan Anda adalah Pantai Samas,. Pantai dengan keindahan pasirnya. Kawasan wisata Pantai Samas terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis, atau sekitar 14 kilometer arah selatan Kota Bantul. Dari Yogyakarta, Anda dapat menuju ke arah barat daya kurang lebih sejauh 35 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Objek Wisata Pantai Samas cukup mudah untuk dicapai dengan kendaraan, baik pribadi maupun umum. Hal ini dikarenakan prasarana jalan yang telah dibangun dengan baik. Perjalanan pun cukup menyenangkan karena melewati bentangan sawah yang hijau dan banyak pohon kelapa di pinggir jalan.
Pantai Pandansari / Patehan
.jpg?timestamp=1456131444221)
Lokasi : Desa Gadingharjo
Pantai Pandansari sering disebut juga Pantai Patehan, terletak sebelah barat Pantai Samas. Pantai ini relatif sepi sering digunakan untuk acara kemah atau camping kegiatan pramuka. Salah satu ikon yang ada di pantai ini adalah sebuah mercusuar yang berdiri tak jauh dari bibir pantai. Pantai yang masih relatif sepi ini terletak di antara pantai Samas dan pantai Pandansimo. Setibanya di pantai, sebuah pemandangan pantai yang masih terlihat alami (karena belum banyak wisatawan yang datang). Sangat sedikit sekali bisa kita jumpai warung atau rumah penduduk, bahkan penjual cendera mata pun tak ada yang berdagang disana.
Memandang lautan luas dan hamparan pepohonan cemara udang dari atas ketinggian, dengan suasana lagit yang mulai berwarna kemerahan. Mungkin itu suasana yang dapat digambarkan ketika kita berdiri di atas mercusuar saat senja. Tentu saja ini mrupakan hal mungkin kita tidak bisa dapatkan di pantai lain.
Pantai Parangtritis
.jpg?timestamp=1456131479029)
Parangtritis merupakan pantai paling populer di Yogyakarta. Pantai Parangtritis merupakan pantai yang landai dan mempesona, dikombinasikan dengan bukit berbatu, bukit pasir dengan pasir berwarna hitam. Ada dua hal yang membuat Parangtritis ramai dibicarakan: pemandangan matahari terbenamnya yang romantis di kala senja dan mitos Nyai Rara Kidul. Banyak orang percaya Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Nyai Rara Kidul yang menguasai laut selatan. Selain itu Parangtritis juga dikenal dengan ombak besar dan bukit-bukit pasirnya, atau biasa disebut gumuk. Pada musim kemarau biasanya angin bertiup lebih kencang, dan ombaknya rata-rata setinggi dua sampai tiga meter. Sebagai kawasan wisata, Parangtritis dikelola dengan cukup baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Mulai dari fasilitas penginapan sampai pasar yang menjajakan souvernir khas tersedia di Parangtritis.
Pantai Parangkusumo
.jpg?timestamp=1456131508881)
Nuansa sakral akan segera terasa sesaat setelah memasuki kompleks Pantai Parangkusumo, pantai yang terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta dan diyakini sebagai pintu gerbang masuk ke istana laut selatan. Wangi kembang setaman akan segera tercium ketika melewati deretan penjual bunga yang dengan mudah dijumpai, berpadu dengan wangi kemenyan yang dibakar sebagai salah satu bahan sesajen. Sebuah nuansa yang jarang ditemui di pantai lain. Kesakralan semakin terasa ketika anda melihat taburan kembang setaman dan serangkaian sesajen di Batu Cinta yang terletak di dalam Puri Cepuri, tempat Panembahan senopati bertemu dengan Ratu Kidul dan membuat perjanjian. Senopati kala itu duduk bertapa di batu yang berukuran lebih besar di sebelah utara sementara Ratu Kidul menghampiri dan duduk di batu yang lebih kecil di sebelah selatan. Pantai Parangkusumo adalah salah satu pantai yang
Kategori Petilasan
Petilasan Parangkusumo

Lokasi : Desa Parangtritis
Petilasan Parangkusumo yang terletak di kawasan pesisir Kabupaten Bantul, dipercaya merupakan tempat pertemuan antara pendiri Kerajaan Mataram Islam, Panembahan Senopati, dengan Nyi Roro Kidul, tokoh mistik penguasa Laut Selatan. Di tempat yang disebut juga dengan nama Cepuri tersebut terdapat petilasan berupa batu. Batu yang dianggap sakral ini diyakini sebagai lokasi pertemuan antara Panembahan Senopati, yang kemudian dilanjutkan oleh Raja-raja Mataram Islam berikutnya termasuk Raja-raja Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Ratu Pantai Selatan.
Sekarang ini, lokasi Petilasan Cepuri Parangkusumo merupakan tempat yang penting untuk acara yang bersifat adat/spiritual. Tempat ini sering digunakan untuk keperluan tirakatan atau berziarah. Selain itu, Petilasan Cepuri juga kerap dijadikan lokasi untuk upacara Labuhan Ageng dari Keraton Yogyakarta, atau ritual labuhan lainnya yang biasanya diselenggarakan oleh berbagai aliran kepercayaan. Meskipun dibuka setiap hari dan sudah menjadi salah satu tempat tujuan wisata, namun terdapat waktu-waktu tertentu di saat pengunjungnya paling ramai, yakni pada malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon.
Petilasan Pandan Payung

Lokasi : Desa Poncosari
Petilasan Pandan Payung merupakan satu kompleks petilasan yang terdiri atas satu bangunan utama dan beberapa bangunan lain. Bangunan utama berupa rumah dengan dinding tembok dan lantai pasir. Atap bangunan ini terbuat dari anyaman daun tebu kering yang disebut rapak. Bangunan menghadap ke selatan (arah pantai). Bangunan memiliki dua pintu pada sisi barat dan timur. Pada sisi barat bangunan yang digunakan untuk tempat peristirahatan para peziarah atau pengunjung ini terdapat beberapa benda antara lain arca dan dua buah batu berbentuk menyerupai umpak. Keberadaan Petilasan Pandan Payung sebenarnya tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan Petilasan Pandan Simo yang berada di sebelah barat daya pintu masuk kawasan Pantai Pandan Simo. Menurut cerita setempat Pandan Payung lebih dulu digunakan sebagai tempat semedi atau bertapa Sultan Hamengku Buwana VII. Entah pada malam ke berapa beliau melihat seberkas sinar di langit. Seberkas sinar itu disebutnya sebagai tanda wahyu keraton Mataram. Oleh karenanya, Sultan Hamengku Buwana VII kemudian mengikuti arah sinar tersebut.
Nama Pandan Payung sendiri diambilkan berdasarkan fenomena yang pernah terjadi di tempat ini. Zaman dulu di tempat ini pernah tumbuh pohon pandan yang sangat tinggi dan lebat sehingga orang dapat bernaung di bawahnya. Orang yang demikian ini seolah-olah tengah berada di bawah naungan payung. Oleh karena itulah, maka tempat ini diberi nama Pandan Payung.
Petilasan Pandansimo

Lokasi : Desa Poncosari
Pesanggrahan Pandan Simo merupakan suatu kompleks bangunan yang terbuat dari tembok. Arah hadap pesanggrahan ini adalah arah barat. Sementara itu di depan bangunan pesanggrahan ini terdapat tanaman pandan yang cukup besar. Pohon pandan inilah yang dianggap menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang melakukan peziarahan di tempat ini. Tinggi pohon ini sekarang telah mencapai ketinggian sekitar 6 meter. Sementara itu keseluruhan kompleks ini telah diberi pagar pengaman dari tembok dengan ketinggian sekitar 1,5 m.
Pandan Simo merupakan petilasan dari Sultan Hamengku Buwana VII (1877-1921). Pandan Simo dinamakan demikian karena menurut cerita tutur setempat ketika Sultan Hamengku Buwana VII sedang melakukan semedi atau bertapa, tiba-tiba beliau didatangi seekor macan. Namun macan ini tidak menerkam Sultan Hamengku Buwana VII namun justru takluk. Berdasarkan peristiwa itu maka pantai tersebut dinamakan Pandan Simo. Pandan menacu pada pengertian pohon pandan sedangkan sima dalam bahasa Jawa berarti macan atau harimau. Disebut demikian karena pada masa lalu ada begitu banyak tanaman pandan di sepanjang pantai ini. Perpaduan keberadaan pandan dan kehadiran sima itulah yang menginspirasi orang untuk menamakannya Pandan Simo.
Sendang Kasihan

Lokasi : Desa Tamantirto
Sendang Kasihan adalah sebuah sebuah mata air yang menurut legenda pada jaman dulu adalah sebuah sumber mata air yang terbentuk karena tuah tongkat milik Sunan Kalijaga. Sendang ini berada sekitar 1,5 km di sebelah barat pabrik gula Madukismo. Lokasi ini dapat dijangkau dari perempatan Kasihan (ring road selatan) lurus ke selatan kurang lebih 1 kilometeran. Sendang Kasihan ini memiliki keistimewaan karena airnya tidak pernah kering. Mata air yang muncul dari dalam tanah pun bening. Sendang ini bila diamati dari timur akan tampak gambaran keseluruhannya seperti pohon beringin. Akan tetapi jika diamati dari arah barat maka akan tampak gambaran seperti sebentuk kendi. Pada jaman dulu konon para putri cuci muka di sendang ini supaya kulit terlihat lebih muda, dan pada jaman sekarang masyarakat setempat dan wisatawan masih kerap berkunjung kesini.
Kategori Makam
Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto

Lokasi : Desa Girirejo
Pembangunannya Kompleks Makam ini didesaindan digagas RMH Sapto Hoedojo. Makam khusus seniman dan budayawan yang mengambil konsep sebuah taman tersebut selesai dibangun 6 Februari 1988 dan dikelola oleh Yayasan Taman Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto. Ketika pengunjung ke komplek makam ini, kesan pertama adalah taman yang rapi dan dan indah dengan penataan menarik dan penuh filosofi. Makam makam yang ada menunjukan ciri khas masing masing seniman tersebut.
Sejarah pendirian makanm tersebut dimulai dari gagasan RMH Sapto Hoedojo. Gagasan membangun kompleks pemakaman tersebut akhirnya disetujui Bupati Bantul waktu itu, KRT Suryapamo Hadiningrat, dengan memberikan sebidang tanah di perbukitan Wukirsari. Kompleks makam kemudian diresmikan dengan nama “Makam Seniman Pengharum Bangsa” oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Kemudian naman makam tersebut berganti menjadi “Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto”. Seniman yang dimakamkan di Makam Seniman Giri Sapto antara lain Komponis El Manik dan seniman lukis Sapto Hoedojo.
Makam Kotagede

Lokasi : Desa Jagalan
Kotagede yang sering disebut juga Sargede terletak kurang lebih lima kilometer di sebelah tenggara Yogyakarta. Di kota ini wisatawan dapat mengunjungi makam Raja-raja Mataram. Bagi yang ingin masuk ke dalam makam harus mengenakan pakaian tradisional yang dapat disewa di tempat itu juga. Kompleks makam terbagi dalam 3 bagian, yaitu Masjid, makam dan sendang. Masjid terletak di bagian timur, makam di bagian barat dan sendang di bagian barat daya. Ketiga bagian tersebut dibatasi oleh pagar tembok dan dihubungkan dengan gapura. Halaman pertama ini terdapat prasasti. Halaman kedua terdapat 4 buah bangunan, yaitu bangunan di sudut tenggara, timur laut, barat laut dan barat daya. Halaman ketiga, terdapat bangunan utama yang terdiri dari 3 buah bangunan yang disebut Bangsal Prabayaksa, Bangsal Witana dan Bangsal Tajug. Selain itu juga terdapat bangunan yang disebut dengan Bangsal Duda. Selain bangunan utama terdapat bangunan cungkup yang lain dengan ukuran yang lebih kecil, yang berada di sebelah timur bangunan utama. Cungkup tersebut berisi makam-makam keturunan Pangeran Pakualam I.
Makam Sewu

Lokasi : Desa Wijirejo
Nama lain makam sewu adalah makam Panembahan Bodho. Nama makma sewu didasarkan pada pengkiut Panembahan Bodho yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Panjang batu nisan Panembahan Bodho adalah 192 cm, lebar 49 cm, tinggi 60 cm. Makam Panembahan Bodho ini telah diberi cungkup dan berlantai keramik warna putih. Batu Nisan Panembahan Bodho selalu ditutup dengan kelambu berwarna putih.
Sudah menjadi agenda rutin sejak lama bahwa di kompleks Makam Panembahan Bodho atau sering dikenal juga Makam Sewu, dilakukan upacara nyadran atau mengirim doa dan tabur bunga di kompleks makam. Nyadran Makam Sewu dilaksanakan tidak semata-mata dengan mengirim doa dan tabur bunga saja. Akan tetapi acara ini dikemas dalam aneka kegiatan.
Beberapa hari (biasanya 1-2 hari) sebelum hari H, di sekitar lokasi Makam Sewu ada pasar malam atau pasar tiban. Nyadran Makam Sewu untuk tahun 2013 ini dilaksanakan hari Senin 1 Juli 2013 pukul 13.00-16.30 WIB, bertepatan dengan tanggal 20 bulan Syaban (Ruwah). Umumnya Nyadran Makam Sewu memang dilaksanakan pada tanggal 20 Syaban atau setelah tanggal itu sebelum masuk ke bulan Ramadan. Sebelum semua kegiatan itu dilaksanakan, sebagai praacara dilaksanakan Arak (kirab) Jodang mulai dari lapangan di depan Kantor Desa (kelurahan) Wijirejo ke Pendapa Makam Sewu, dengan jarak tempuh sekitar 900 meter. Jodang adalah semacam tandu yang dipikul oleh empat orang (bisa lebih) yang di dalam tandu tersebut diletakkan semacam kotak. Kotak ini berisi makanan atau berbagai hasil bumi. Kotak tersebut umumnya dihias sedemikian rupa sehingga bisa membentuk semacam rumah-rumah kecil. Inti dari acara Nyadran Makam Sewu adalah melestarikan kebudayaan/tradisi, menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan, memohonkan ampunan bagi Panembahan Bodho dan semua orang yang dimakamkan di Makam Sewu, serta mohon berkat Tuhan untuk kehidupan selanjutnya.
Makam Giriloyo

Lokasi : Desa Wukirsari
Makam Giriloyo awal mulanya merupakan tempat yang diinginkan Sultan Agung sebagai tempat pemakamannya saat beliau wafat, setelah keinginannya untuk dimakamkan di Mekah tidak di ijinkan oleh para ulama di Mekah. Pemilihan tempat tersebut diambil setelah Sultan Agung mengambil batu dari tanah suci Mekah tersebut kemudian batu tersebut dilempar oleh salah satu sunan Kalijogo ke tanah Jawa yang akhirnya jatuh di bukit Giriloyo tersebut. Namun setelah itu oleh Paman Sultan Agung tempat tersebut diminta sebagai tempat pemakamannya. Dan setelah Sultan Agung wafat maka beliau akhirnya dimakamkan di makam Raja raja di Imogiri, Bantul, namun demikian walaupun jasad Sultan Agung berada di Makam Imogiri namun ruhnya bersemayam di Makam Giriloyo. Makam Giriloyo terletak di Selatan kota Yogyakarta sekitar 17 km, atau tepatnya berada di dusun cengkehan, desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul . Bangunan makam ini merupakan makam yang pertama kali yang dibangun oleh Sultan Agung Jadi usia makam ini menjadi paling tua dari makam yang ada yang dibangun oleh Sultan Agung. Makam ini dibangun kurang lebih pada abad 15 atau tepatnya pada 1 Februari 1788 M.
Area makam ini terbagi beberapa bagian bangunan yakni halaman satu terdapat 33 makam yang merupakan makam Sekaran Tiban merupakan makam secara rohani Sultan Agung, Kyai Guru Desti, Ngabehi Lor, Pangeran Haryobroto, Raden Tumenggung Haryobroto, Raden Adipati Banyuwangi, dan lain-lain. Sedangkan halaman dua terdapat 6 makam diataranya merupakan makam Panembahan Juminah, Kanjeng Haryo Mangkubumi Putro dalem ingkang Sinuwun Sedo Krapyak, Kanjeng Pangeran Haryo Sukowati putro, Kanjeng Pangeran Haryo Sukowati putro dalem Kasultanan Agungan, Kanjeng ratu Mas Hadi yang merupakan Ibu Sultan Agung, Raden Tumenggung Haryo Wongso dan Kanjeng Pangeran Martosoko. Pada Halaman ketiga yang merupakan halaman tertinggi terdapat makam Kanjeng Ratu Pembayun yang merupakan isteri Amangkurat. Dan pada sayap Timur terdapat makam Kyai Ageng Sentong dan Kyai Ageng Giring yang berada didalam ruang tersendiri dan Makam Panembahan Giriloyo atau Kanjeng Sultan Cirebon diberi pagar keliling dan diluar pagar masih terdapat beberapa makam diantaranya Makam Raden Ayu Nerang, Wiroguno, Kyai Juru Wiro Probho dan juga Tumenggng Honggobahu dan bebrapa makam prajurit. Pada bagian makam sebalah barat dibagian pojok sering digunakan sebagai tempat mencari pusaka.
Kategori Sentra Industri Kerajinan
Kerajinan Patung Primitif

Lokasi : Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon
Produksi patung primitif sudah dimulai sejak 15 tahun yang lalu. Keahlian memahat kayu didapatkan warga dari seniman besar Bagong Kussudiardjo. Bentuk patung primitif terinspirasi dari berbagai suku, salah satunya Suku Asmat, Papua. Awalnya warga hanya membuat meubel kayu biasa. Sebagian besar patung yang diproduksi dikirim ke Bali yang kemudian diekspor ke Amerika, Jepang, Timur Tengah dan Eropa. Sekarang tak hanya patung, warga juga memproduksi asbak, tempat lilin, tempat pulpen, tempat kartu nama, tempat CD, bahkan almari. Bahan kayu yang dipakai adalah kayu mahoni. Namun ayang, saat ini permintaan patung primitif mulai berkurang karena pasar yang mulai bosan. Padahal, potensi pasar lokal masih belum tergali. Kini hanya tersisa beberapa galeri saja yang masih bertahan untuk membuat kerajinan patung primitif tersebut.
Sentra Industri Kerajinan Tatah Sungging Gendeng

Lokasi : Desa Bangunjiwo
Kerajinan wayang kulit di Gendeng dimulai sekitar tahun 1929. Orang yang mempelopori pembuatan wayang kulit ini adalah (Alm) Bpk Walijo atau lebih dikenal dengan nama Pak Pujo. Kecintaannya pada kesenian wayang kulit membuat Pak Pujo mendirikan sanggar kesenian yang menjadi wadah bagi orang-orang sekitar yang ingin belajar membuat wayang kulit. Dari sinilah nantinya murid-murid Pak Pujo mampu berkembang dan mendirikan tempat sendiri untuk memproduksi wayang kulit, hingga membentuk lingkungan seni kerajinan yang kemudian dikenal sebagai Sentra Industri Kerajinan Wayang Kulit Gendeng.
Produk unggulan daerah ini lebih utamanya adalah wayang kulit gaya Yogyakarta dengan kualitas tinggi. Pengrajin wayang di dusun Gendeng mampu membuat karya yang benar-benar berkualitas. Bahkan saat ini masih ada beberapa penrajin yang hanya mau membuat wayang kulit berkualitas tinggi saja. Karena pada kenyataannya banyak orang tidak mengerti dan tidak bisa membedakan mana wayang yang berkualitas baik dan yang buruk. Karena jika dilihat sekilas, bagi orang awam memang susah untuk membedakan kualitas suatu wayang kulit. Sehingga kemudian banyak bermunculan wayang yang hanya untuk souvenir dengan kualitas biasa atau harga rendah.
Gerabah Kasongan

Lokasi : Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan
Kasongan adalah salah satu nama daerah di Kabupaten Bantul yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Sejak tahun 1971-1972, Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil untuk desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi.
Disini dapat dijumpai sentra kerajinan gerabah yang menghasilkan ratusan bahkan ribuan keramik dengan berbagai jenis, bentuk dan ukuran. Hasil gerabah yang diproduksi umumnya berupa guci dengan berbagai motif, pot berbagai ukuran, souvenir, pigura, hiasan dinding, perabot seperti meja dan kursi, patung, air mancur dan masih banyak lagi. Showroom yang rapi disepanjang jalan, dipadukan dengan workshop para pengrajin, dimana kita dapat ikut langsung membuat keramik dan festival seni Kasongan yang rutin diadakan setiap tahunnya membuat Kasongan menjadi sebuah wisata kerajinan yang berkesan bagi siapapun yang mengunjunginya.
Gerabah Panjangrejo

Lokasi : Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong
Selain Kasongan daerah lain di Kabupaten Bantul yang memproduksi gerabah adalah di Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong. Sentra industri gerabah di desa Panjangrejo ini sudah dimulai sejak tahun 1978. Di Desa Panjangrejo ini para pengunjung dapat memilih beraneka ragam hasil produk dari tanah liat, mulai dari yang tradisional seperti tungku, padasan sebagai tempat wudlu, ada pula lilin, topeng, patung dan berbagai souvenir. Berbagai peningkatan kualitas selalu diupayakan guna menghasilkan gerabah yang bagus baik dari segi mutu maupun dari segi desain.
Para pengunjung juga dapat secara langsung belajar membuat gerabah tersebut dan berinteraksi langsung dengan para pengrajin. Selain itu oara pengunjung juga dapat berbelanja produk yang diproduksi dengan harga yang lebih murah. Di tempat ini dalam proses produksinya dibedakan menjadi dua jenis produk yakni produk alami tanpa bahan kimia seperti tammarine dan terraccota dan produk hasil pengcatan.
Kategori Wisata Pendidikan
Agrowisata Argorejo

Lokasi : Jl. Sedayu Gesikan Km. 0,5 Argorejo, Kecamatan Sedayu
Pencanganan desa agrowisata Argorejo Sedayu, banyak tidaknya karena didukung keberadaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan hamparan lahan pertanian yang cukup luas serta hasil pertanian yang menjanjikan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Produk pertanian di luar padi yang dihasilkan yakni sayur-sayuran seperti : jamur merang, bayam, kangkung, caisim atau selada bakso, kacang panjang, lombok, terong, tomat, pare dan beberapa jenis sayuran lainnya. Buah-buahan yang dihasilkan : pepaya kalifornia, mentimun, semangka dan melon. Sedangkan yang dalam bentuk hasil olahan adalah criping bongkol pisang. Pada tahun 2008 dibangun komplek agrowisata di atas lahan kas desa seluas 4.000 m2. Komplek ini dilengkapi dengan kolam renang 3 buah, ruang bilas, pemancingan 7 kolam, 1 aula pertemuan, ruang pamer/outlet, lahan pembenihan sayur dan buah, ruang pengolahan jamur, 3 buah gazebo, 6 buah kios dan 1 buah warung makan.
Pengelolaan yang menuju profesional usaha, baru diserahkan Kepada Gapoktan per 1 April 2012, dengan sistim sewa per tahun Rp. 15 juta. Hari Wibowo selaku koordinator pengelola, ketika ditemui di kompleks agrowisata, Kamis (21/06) menjelaskan bahwa daya tarik utama komplek ini adalah keberadaan kolam renang. Jumlah pengunjung masyarakat umum dalam 3 bulan setelah di kelola Gapoktan 4.182 orang sedangkan anak sekolah sebanyak 1.100 orang. Total penerimaan dari kolam renang, sewa kios dan penggunaan aula sebesar Rp. 18.571.000. Tarif kolam renang untuk umum Rp. 3.000 dan anak sekolahan Rp. 2.000.
Untuk pengelolaan komplek, Gapoktan menempatkan 3 orang tenaga kerja tetap yang tugasnya antara lain merawat air kolam dengan memberikan kaporit dan PAC secara periodik. Air kolam seluruhnya menggunakan air tanah, sehingga tidak mengganggu air untuk sawah. Bahkan pembuangan air kolam juga membantu debit air untuk sawah dan berdampak kesuburan. Semua pengunjung yang masuk dalam komplek agrowisata ini tidak dipungut biaya, kecuali mereka yang berenang. Lebih lanjut Hari menjelaskan bahwa pada saat pengunjung kolam renang banyak, sayur dan buah serta makanan olahan sangat laku terjual.
Untuk kolam pemancingan, terbuka 24 jam sehari. Hari mengatakan memang saat ini belum terlalu banyak pengunjung. Dalam sehari semalam baru rata-rata 15-20 orang. Ikan yang tersedia untuk dipancing : lele, bawal dan nila. Sistim pembayarannya kiloan semua dan yang harian hanya untuk lele dan bawal dengan tarif Rp. 15.000 sehari. Jika kiloan, lele maupun bawal Rp. 15.000 per kg sedangkan nila Rp. 18.000. Prospek pemancingan ke depan akan terus dipromosikan sebagai suatu sarana rekreasi bagi masyarakat. Sementara ini tarif parkir kendaraanpun masih gratis, hanya untuk hari libur dan hari besar saja dikenakan biaya parkir.
Padepokan Bagong Kusudiharjo
.jpg?timestamp=1456132314946)
Lokasi : Kembaran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan
Almarhum Bagong Kussudiardja adalah salah satu seniman multi talenta dan budayawan besar yang yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Beliau telah berhasil mengembangkan visi kebudayaan yang bertujuan membangun manusia Indonesia melalui seni. Aktivitas seni dan budaya beliau secara konsisten diwujudkan sejak tahun 1950-an, hingga kemudian bermuara dengan didirikannya sebuah lembaga pendidikan seni non formal pada tahun 1978. Pada tahun 2004, beliau wafat dengan mewariskan semangat kreativitas yang tinggi dalam sebuah ‘padepokan seni’. Padepokan Seni Bagong Kussudiarja adalah sebuah "rumah" serta "ladang" berkesenian bagi banyak seniman serta pemerhati bidang seni.
Pada mulanya, padepokan yang berdiri di atas tanah seluas 5.000 m² ini berawal dari tempat latihan menari Bagong Kussudiardja yang ia dirikan pada tahun 1958. Semenjak itu, begitu banyak penari hebat yang telah dilahirkan. Kemudian dalam proses berkesenian yang ia jalani serta keterlibatannya secara terus-menerus dalam dunia itu, membuat Bagong ingin meciptakan sebuah tempat dimana siapa saja dapat berlatih berkesenian. Akhirnya pada 3 Oktober 1978 berdirilah secara resmi sebuah padepokan seni yang menjadi salah satu kebanggaan seniman Yogyakarta ini. Pada tahun 2004, beliau wafat dengan mewariskan semangat kreativitas yang tinggi dan sebuah ‘padepokan seni’ yang memerlukan keberlanjutan dalam pengelolaannya. Pemikiran bagi pengelolaan padepokan seni inilah, kemudian melahirkan Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK).
Beberapa program yang diadakan secara rutin oleh padepokan ini antara lain:
- Jagongan Wagen, yaitu program pergelaran dan apresiasi karya seni pertunjukan yang diselenggarakan secara terbuka dan rutin pada tiap bulan di rumah budaya YBK. Pergelaran seni pertunjukan adalah ruang sinergi yang mempertemukan semangat kebersamaan dan energi kreatif, mampu merangsang inspirasi dan imajinasi yang membangkitkan gairah hidup. Melalui program ini, YBK meyakini dan memaknai kekuatan ruang pementasan seni pertunjukan sebagai media dan sarana untuk saling berbagi pengetahuan, energi kreatif, dan kreativitas yang senantiasa harus dijaga serta ditumbuhkan. Jagongan (bahasa Jawa) pada dasarnya adalah aktivitas kumpul bersama dan melakukan obrolan dalam suasana yang santai dan akrab.
- Among Sedulur. Fasilitasi kegiatan kreatif ini, memanfaatkan seni pertunjukan sebagai sumber pembelajaran dan aktivitas berbasis seni yang mengangkat dan menyertakan masyarakat di sekitar dengan seniman. Among Sedulur terdiri dari 2 kegiatan utama, yaitu: Anjangsana (apresiasi seni dalam bentuk pergelaran karya seni pertunjukan yang memiliki nilai edukasi kepada masyarakat), dan among seni (aktivitas berbasis seni yang secara langsung dan aktif menyertakan masyarakat mengolah daya kreativitas dan proses penciptaan yang memiliki nilai kebersamaan).
Pabrik Gula Madukismo

Lokasi : Desa Padokan, Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan
abrik Gula Madukismo didirikan tahun 1955. Pabrik Gula Madukismo masih produktif memproduksi Gula hingga saat ini dengan kondisi pabrik yang masih terawat walaupun didirikan pada jaman setelah kemerdekaan. Saat ini Pabrik Gula Madukismo melayani pasokan gula untuk wilayah DIY dan Nasional.
Dahulu pabrik ini bernama PG Padokan dengan luasan yang sangat kecil, pada masa Belanda PG Padokan hancur lebur, atas jasa Sri Sultan Hamengku Buwono IX kemudian didirikan kembali Pabrik Gula Padokan dengan nama Madukismo. Gagasan pendirian Pabrik Gula Madukismo tujuannya adalah untuk menolong rakyat yang banyak kehilangan pekerjaan karena dibumihanguskannya Pabrik-Pabrik Gula waktu itu. Pendirian pabrik gula diyakini mampu menampung banyak orang untuk bekerja. Banyak petani akan terlibat dalam proses penanaman, pemeliharaan tanaman, panen serta di pabrik akan menyerap banyak tenaga kerja teristimewa pada waktu masa giling.
Disamping sebagai Pabrik Gula yang menyediakan kebutuhan gula nasional, Pabrik Gula Madukismo saat ini juga menawarkan paket wisata edukasi agroindustri. Perjalanan Wisata Agro Industri ini adalah wisata untuk melihat proses produksi yang dilaksanakan. Kita akan di antar menggunakan gerbong yang ditarik oleh lokomotif tua. Biasanya wisata ini dilaksanakan pada masa giling yakni bulan Mei – September.
Saat wisata ini, kita bisa menyaksikan proses produksi gula secara langsung. Produksi gula melewati tahap pemerahan nira untuk mendapatkan sari gula, pemurnian nira dengan sulfitasi, penguapan nira, kristalisasi, puteran gula, dan pengemasan. Sambil mencermati proses produksinya, anda juga bisa melihat mesin-mesin tua yang menjadi alat produksi di pabrik ini.
Kategori Penginapan
Astuti Gallery and Homestay
Lokasi : Jl. Raya Selarong, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan
Ketika anda berlibur ke Bantul dan kebetulan anda perlu penginapan, Anda bisa mencoba pilihan tempat menginap di pinggiran dekat Gua Selarong. Dengan nuansa pedesaan yang masih asri dan tidak ada kebisingan. Tinggal di Homestay Astuti ini akan memberikan anda kesan yang mendalam. Beberapa fasilitas tersedia di penginapan ini antara lain kolam renang indoor yang memikat dan restoran sendiri yang menyajikan berbagai aneka jenis masakan yang siap menggoyang lidah anda. Astuti Homestay dilengkapi dengan perabotan kayu dan karya seni yang akan memberikan warna tersendiri didalam hotel tersebut.
Fasilitas Hotel Astuti Gallery Homestay diantaranya kamar ber-AC serta memiliki TV satelit, kamar mandi dengan bathtub, shower, Wi-Fi gratis, parkir gratis, layanan antar jemput bandara, restoran, penerima tamu 24 jam, brankas, penitipan bagasi, kamar bebas rokok, bar, fasilitas untuk tamu penyandang cacat, taman, makan siang kemasan, tras berjemur, binatu, layanan kamar, meja layanan wisata, penyewaan mobil, layanan tiket dll.
Hotel Keluarga Mairatu Cepit

Lokasi : Jalan Bantul KM 8 / Jalan Cepit Raya, Dusun Sawahan, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon
Mungkin belum banyak yang mengenal hotel keluarga ini. Hotel alternatif keluarga ini memiliki 6 kamar dengan ruang tamu dan dapur serta kamar tidur yang luas dengan dilengkapi AC dan TV serta ruang parkir yang sangat luas. Hotel Mairatu dibuka pada bulan November 2013 Adapun harga adalah 275.000 dengan fasilitas lengkap. Namun ada juga beberapa kamar dengan harga 150.000 tanpa AC tapi masih ada TV.
dOmah Jogja Hotel
.jpg?timestamp=1456132615065)
Lokasi : Jalan Parangtritis Km 9, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon
dOmah Jogja Hotel merupakan penginapan eksotis ala pedesaan yang berada di Kabupaten Bantul. Hotel dOmah menawarkan sebuah pengalaman yg unik dan eksotik untuk menginap dan berwisata dengan nikmatnya kehidupan pedesaan Jawa.
Pengunjung akan menikmati sarapan pagi dengan pemandangan sawah, jalan setapak berkerikil dan bertegur sapa dengan penduduk desa yang ramah. dOmah hotel adalah hotel bintang 3 dengan beberapa fasilitas seperti spa, restoran, kolam renang. dOmah Hotel terdiri dari Rumah Joglo, Rumah Bupati, Rumah Camat, Rumah Demang, Garden Villa yang semuanya menawarkan eksotisme ala pedesaan dan tempo dulu.
Ndalem Bantul Resort

Lokasi : Jl. KH. Ali Maksum No.99, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon
Ndalem Bantul Resort mesrupakan ebuah penginapan eksotis di Panggungharjo. Bagi Anda yang ingin menginap di Bantul dan deket dengan Kota Yogyakarta, ingin bernuansa pedesaan dengan eksotisme desa namun tetap ekslusif resort anda bisa datang ke Ndalem Bantul. Fasilitas yang ditawarkan Ndalem Bantul antara lain room, meeting room, resto, kolam renang, dan lain lain. Untuk harga kamar dikisaran harga Rp. 360.000,- – Rp. 800.000,-.
Kategori Taman Rekreasi
Grand Puri Water Park

Lokasi : Jl. Parangtritis KM 9,5, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon
Grand Puri Water Park beroperasi sejak bulan Mei 2011. Letaknya berseberangan dengan Pasar Seni Gabusan Bantul. Memilik fasilitas kolam balita dilengkapi water byur (ember tumpah), water playground dengan 2 water slide serta kolam renang semi olympic.
Untuk fasilitas Water Boom utama seluas 350m2 sebagai kolam pernerima seluncur dilengkapi 2 racing slide dan 4 water slide dengan ketinggian berbeda, menara water slide tertinggi mencapai 12 m. Di kolam seluncur juga dilengkapi sebuah kapal kayu yang unik.Terdapat pula Kolam arus dengan panjang lintasan 175 m, melewati bagian bawah menara water slide,2 buah jembatan dan sebuah terowongan.
Fasilitas pendukung yakni locker room, gift shop, ruang belanja oleh-oleh, musholla, ruang ganti dan MCK serta Puri Kedaton Resto yang menyediakan berbagai menu makanan.
Untuk menjaga keamanan dan keselematan pengunjung, Grand Puri Waterpark menyiapkan personil lifeguard di sekitar kolam. Pengunjung juga dilindungi dengan asuransi Jasa Raharja.
Kolam di buka pukul 08.00 hingga 18.00, tiket masuk dilayani hingga jam 17.00.
Harga tiket, untuk Dewasa (Senin – Jumat) Rp 25.000 dan akhir pekan/hari libur Rp 30.000. Untuk anak-anak Rp 20.000 baik hari biasa maupun akhir pekan. Tersedia potongan harga bagi pemegang kartu ATM atau kartu member tertentu.
Tersedia pula gazebo untuk bersantai dengan biaya sewa Rp 25.000. Tersedia tempat parkir yang cukup luas bagi kendaraan pengunjung .
Bendung Tegal

Lokasi : Desa Kebon Agung, Kecamatan Imogiri
Bendung Tegal merupakan perpaduan alam yang masih alami dengan aliran sungai opak. Sungai opak sendiri merupakan sungai yang cukup panjang melintasi kabupaten Sleman dan Bantul, dan berhulu langsung dari gunung merapi, sungai ini batas alami dari kasultanan Surakarta dan kasultanan ngayogyakarta. Tentunya perpaduan antara sungai dan alam yang masih alami dengan udara yang sejuk dan segar menjadi suatu harmonisasi yang sangat luar biasa yang bisa Anda dapatkan dibendungan tegal ini.
Wisata alam bendung tegal ini anda bisa melakukan berbagai macam kegiatan, anda bisa menyewa kapal naga yang disewakan dipinggiran kali opak, anda akan diajak mengelilingi sungai opak disekitar bendungan tegal, tentu ini akan menjadi hal yang menyenangkan bagi keluarga anda, terutama bagi putra dan putri anda. Selain menaiki kapal anda juga bisa melakukan kegiatan memancing disini,tak jarang banyak orang yang datang ke bendungan ini hanya sekesar untuk memancing, tempat yang teduh dan air sungai yang tenang, tentu saja akan menjadikan kegiatan memacing semakin nyaman, dengan ditemani kicauan burung yang sering kali terdengan dari pepohonan yang masih asri.
Bendung dengan lebar, jarang sungai yang mempunyai track lurus dan lebar seperti sungai opak ini.tak jarang juga sungai ini dugunakan masyarakat tionghoa untuk merayak acara peh cun, peh cun adalah dialek hokian, yang perayaanya menggunakan acara perlombaan perahu naga. Dan bendung tegal pada tahun 2009 dan 2010 menjadi tuan rumah untuk pelombaan perahu naga, sebuah nilai plus dan terhormat untuk bendung tegal sendiri. Tidak dikenakan biaya apapun untuk masuk ke bendung tegal, sesuatu yang harus coba, keindahan alam yang masih alami berpadu dengan sungai opak dengan segala keistimewaanya.
Kolam Renang Tirta Tamansari

Lokasi : Jl. Wijaya Kusuma No. 180 Niten Trirenggo, Kecamatan Bantul (Masjid Agung Bantul ke timur)
Kolam renang Tirta Tamansari adalah salah satu sarana wisata yang dimiliki oleh pemerintah Kabupaten Bantul. Kolam Renang Tirtatamansari diresmikan sejak tahun 1987. Saat ini Kolam Renang Tirta Tamansari banyak dikunjungi oleh masyarakat Bantul dan sekitarnya terutama pada saat hari libur. Pengunjung kolam renang mencapai 300 orang di hari Minggu atau hari libur lainnya.
Fasilitas yang ada di Kolam Renang Tirtatamansari ada restoran, kantin-kantin, area bermain, dan rencananya akan dibangun pula sebuah perpustakaan.. Untuk memberikan layanan dan kenyamanan pengunjung terutama penunggu ada pertunjukan musik setiap hari Minggu Kliwon untuk menghilangkan kejenuhan para orang tua ketika menunggui anaknya berenang.
Dulu kolam renang ini sangat minim fasilitas tetapi setelah dikelola dengan ini kolam renang ini menjadi alternative wisata air keluarga yang sekarang lebih dikenal dengan “Water Byur” Tirta Tamansari ditambah dengan fasilitas taman yang rindang pula. Luas areal kawasan ini mencapai 1,5 hektar dengan 1 kolam renang khusus anak-anak, kolam untuk remaja dan dewasa, serta 1 kolam water byur. Alamatnya terletak di Bantul Kota (Masjid Agung Bantul ke arah timur). Untuk tarifnya flat baik hari biasanya maupun hari libur yaitu sebesar Rp6.000,00 dengan jam buka pukul 07.00-17.00.
Balong Water Park

Lokasi : Jl. Pleret Km 1,5, Kecamatan Banguntapan
Balong Waterpark terletak di Jalan Pleret Banguntapan Bantul. Lokasinya relative mudah dijangkau dan tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta, sekitar 10 menit dari Ring Road Timur. Wahana yang di Balong Water Park meliputi Water coaster, slide/seluncur air yang tingginya mencapai 12 m. Ada juga slide dengan tinggi 9 meter, saat meluncur bisa mencapai kecepatan 60 km/j. Ada juga slide dengan 2 line bagi pengunjung yang ingin memakai secara berpasangan. Bagi anda yang membawa keluarga, disediakan Family slide, sebuah seluncur air yang cukup lebar yakni 3,5 m yang memungkinkan bagi anda untuk meluncur bersama seluruh keluarga yang kita ajak.
Harga Tiket :
Senin – Sabtu Rp 15.000
Minggu dan hari libur(peak season) Rp 20.000
Operasional Hour:
Senin – Sabtu 10.00 – 18.00 (WIB)
Minggu dan hari libur(peak season) 8.00 – 18.00 (WIB)